Tuesday, July 17, 2012

MENYUSUN RANCANGAN PROGRAM INTERVENSI UNTUK SKIZOFREN YANG MALAS MEMBERSIHKAKN DIRI


TUGAS AKHIR SEMESTER
MODIFIKASI PERILAKU

MENYUSUN RANCANGAN PROGRAM INTERVENSI
UNTUK SKIZOFREN YANG MALAS MEMBERSIHKAN DIRI

 
Kelompok 10
Ganang Iwan Surya Yudha            04410022
Lukas Widodo                                   04410096
Anang Hidayat                                  09081009
Wahyu Nugroho                               09081055


FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS MERCU BUANA
YOGYAKARTA
2011

Kasus
Ada sekelompok orang Skizofren masuk rumah sakit jiwa, mengalami kebiasaan malas membersihkan diri (mandi, gosok gigi dll). Buatlah langkah-langkah intervensi untuk membuat prilaku menjadi adaptif sedangkan skizofren tersebut mengalami handaya kognitif.

Analisis Kasus
1.       Ciri Klinis Handaya Kognitif
2.       Hilangnya keinginan atau perilaku untuk membersihkan diri
3.       Suptipe utama skizofrenia masuk dalam kategori katatonik yaitu mengalami gangguan yang nyata dalam aktifitas motorik dimana pasien tersebut malas membersihkan diri.
4.       Program penanganan menggunakan token ekonomi

Pengertian Skizofrenia
            “Skizofrenia adalah penyakit pervasif yang mempengaruhi lingkup yang luas dari proses psikologis mencakup kognisi, afek, dan perilaku (aranggo, Kirkpatrick, & Bachanan , 2000). Orang-orang dengan skizofrenia menunjukkan kemunduran yang jelas dalam fungsi pekerjaan dan sosial. Mereka mungkin mengalami kesulitan mempertahankan pembicaraan, membentuk pertemanan, mempertahankan pekerjaan atau memperhatikan kebersiahan pribadi mereka.” Diperoleh pada hari Kamis 14 Juli 2011 dari buku Nefit, J,S. Ratus, S,A. Greene, B. 2002, Psikologi Abnormal edisi kelima Jilid 2. Jakarta : Erlangga.

Definisi Token Ekonomi
Token ekonomi adalah sebuah program dimana sekelompok individu bisa mendapatkan token untuk beberapa perilaku yang diharapkan muncul, dan token yang dihasilkan bisa ditukar dengan back up reinforcer. Token ekonomi dibuat berdasarkan prinsip conditioning reinforcement. Conditioning reinforcement adalah stimulus yang tidak secara langsung menguatkan perilaku, namun stimulus tersebut bisa menjadi penguat jika dipasangkan dengan reinforcer lain. Tujuan dari token ekonomi adalah untuk menguatkan perilaku yang diinginkan terhadap klien. Diperoleh pada hari kamis 14, Juli 2011dari http://ulyniamy.wordpress.com/2010/05/21/token-ekonomi/


Intervensi
Intervensi berdasarkan pembelajaran telah menunjukkan efektifitas dalam memodifikasi perilaku skizofrenia dan membantu orang-orang yang mengalami gangguan ini untuk mengrmbangkan perilaku yang lebig adaktif yang dapat membantu mereka menyesuaikan diri secara lebih efektif. Ada beberapa cara intervensi yang dapat dilakukan antara lain :
1.      Reinforcement Selektif
2.      Token Ekonomi
3.      Pelatihan Keterampilan sosial
Berdasarkan kasus diatas kelompok kami akan menggunakan intervensi dengan menggunakan Teknik Token Ekonomi. Melihat Hasil yang menjanjikan muncul dari penelitian yang menerapkan secara intensif pendekatan berdasarkan prinsip belajar di lingkungan rumah sakit. Penelitian klasik oleh Paul dan Lentz (1977) menunjukkan bahwa program psikososial berdasarkan prinsip belajar dengan menggunakan sistem token ekonomi meningkatkan perilaku adaktif dirumah sakit, menurunkan kebutukan akan pengobatan dan memperpanjang keterlibatan komunitas setelah keluar dari rumah sakit dalam kaitan dengan kondisi perawatan yang tradisional berjenis pengasuhan, dan pendekatan lingkungan yang menekankan partisipasi pasien dalam mengambil keputusan. Token ekonomi telah terbukti lebih efektif di bandingkan perawatan lingkungan dan perawatan pengasuhan tradisional dalam melakukan fungsi sosial dan mengurangi perilaku psikotik (Glynn & Mueser, 1992; Mueser & Liberman, 1995).
Sistem token ini berdasarkan prinsip menggunaan reinforcement secara umum (Carson, 2003). Asumsi yang mendasari token ekonomi ini adalah dimana kunci harapan utama dalam terapi kesehatan jiwa adalah menginginkan klien dapat berperilaku atau berperan sesuai dengan harapan sosial atau keadaan sosial. Pelaksanaan dalam token ekonomi meliputi mengidentifikasi kemampuan interpesonal yang positif dan perilaku self care klien yang akan dikuatkan dan mendapatkan dispensasi berupa tanda pada klien apabila kemampuannya meningkat (McMonagle & Sultana, 2004). Toekn ekonomi akan lebih efektif apabila tanda tersebut di gantikan dengan hadiah atau sesuatu yang bagus.
Hadiah dapat bersifat individual tergantung dari umur, jenis kelamin, hoby, dan tipe intensitas dari tanda yang tampak dari klien (Liberman, 2000).

Langkah-langkah Token Ekonomi
1. Menentukan perilaku terget
Target perilaku dalam kasus kami adalah perilaku malas membersihkan diri (mandi, gosok gigi dll) pada kelompok skizofrenia.
2. Menentukan garis basal
Kami akan memberikan perlakuan token ekonomi selama + 1 bulan untuk membentuk perilaku yang di inginkan.
3. Memilih Pengukuh Pendukung
(pengukuh yang kami berikan sesuai dengan apa yang di sukai pasien baik berupa umur, jenis kelamin, hoby, dan tipe intensitas dari tanda yang tampak dari klien. (Misalkan makanan, fasilitas).
4. Pilih Tipe Token
Kelompok kami memilih untuk memberikan tanda semacam bros (yang menarik dan pasien akan bertambah senang apabila mendapat bros tersebut, sehingga pasien akan tertarik untuk mendapatkan bros tersebut sehingga pasien akan melakukan perilaku membersihkan diri dulu untuk melakukannya) yang di tempelkan di baju pasien setiap kali pasien melakukan perilaku membersihkan diri.
5. Tentukan Staf yang Menerapkan Program dan cara memberikan pengukuh
Kami memilih perawat jaga sebagai staf yang akan mengaplikasikan token ekonomi pada klien.
6. Pilih Lokasi, Dimana token dapat diberikan setelah perilaku target muncul
Kelompok kami sepakat memberikan token secara langsung kepada. Misal ketika pasien mandi kitan langsung memberikan bros di kamarmandi yang dapat ditukarkan langsung pada ruang staf perawat jaga.
7. Pengukuhan sosial diberikan bersama pemberian token
Pengukuhan yang kami berikan berupa pujian secara langsung kepada pasien yang melakukan perilaku membersihkan diri.

8. Sapih Pelan-pelan
Kurangi Frekuensi sedikit demi sedikit dan mengurangi nilai sedikit demi sedikit.

Catatan dalam token ekonomi :
1. Menyimpan semua data selama pemberian token ekonomi, tujuannya untuk mengetahui apakan teknik yang kami berikan efektif atau tidak.
2. Memberikan token dengan cara positif (ramah, tersenyum, dan beritahu mengapa di berikan token).
3. Menyiapkan tempat untuk menukarkan token (diruang jaga perawat), awalnya 2x seminggu dan lama kelamaan berkurang menjadi 1x seminggu.
4. Menentukan berapa token untuk barang/kebutuhan/fasilitas, awalnya kami memberikan token sesedikit mungkin sehingga nanti apabila perilaku membersihkan diri bertambah maka penambahan token tidak terlalu besar modalnya.
5. Menyiapkan denda, kami akan melakukan denda berupa mengurangi atau menghilangkan token apabila pasien tidak melakukan perilaku membersihkan diri atau perilaku menurun.
6. Menyiapkan rencana cadangan apabila timbul masalah yang tidak diduga.
a. Mengkategorikan perilaku yang harus diberi token atau tidak diberi token.
b. Mempersiapkan staf cadangan apabila staf kita mengalami kekurangan tenaga.
c. Selalu bersikap adl dalam bemberikan token kepada semua pasien
d. Menyiapkan bros cadangan apabila bros yang ada di rusak pasien, dapat dibantu dengan mencatat token yangtelah dimiliki masing-masing pasien.
e. Segera membuat rencana lain apabila pengukuh sosial yang kita berikan gagal.

Proses yang akan kelompok kami lakukan untuk membentuk perilaku yang adaptif adalah sebagai berikut:
Dari kasus diatas dapat di tangani dengan teknik token ekonomi dengan melatih beberapa perilaku yang masing-masing perilaku mendapatkan tanda (hadiah sesuai dengan yang di inginkan pasien yang dapat menjadi penguat perilaku yang akan di bentuk). Apabila pasien bersedia mandi maka akan mendapatkan satu tanda (hadiah), apabila pasien tidak mau mandi maka pasien akan kehilangan satu tanda tersebut (hadiah).
Apabila perilaku membersihkan diri meningkat (ditambah mau menggosok gigi) maka mendapat 2 tanda (hadiah). Apabila perilaku membersihkan diri terus meningkat maka tanda (hadiah) akan terus ditambah satu persatu. Apabila perilaku membersihkan diri pasien menurun (dari mandi dan menggosok gigi menurun hanya mau mandi saja tidak mau menggosok gigi) maka hadiah akan dikurangi satu. Harapannya akan timbul kesadaran dalam diri pasien dan muncul kebiasaan membrsihkan diri dari pasien tersebut (adaptif).
Untuk membuat perilaku pasien lebih efektif maka kami akan melakukan penjelasan manfaat atau keuntungan dari perilaku membersihkan diri yang telah dilakukan tersebut. Misalnya perilaku pasien mau mandi maka kita dapat menanyakan perasaan yang di rasakan pasien setelah mandi. Di sini kami menekankan timbulnya anggapan yang positif dari dalam diri pasien tersebut terhadap perilaku membersihkan diri yang telah dilakukan, apabila telah timbul anggapan yang positif dari pasien terhadap perilaku membersihkan diri maka kita dapat memberikan atau menambah tanda (hadiah) berupa pujian kepada pasien secara langsung atau reinforcement cadangan yang lain, sehingga secara perlahan kita dapat mengurangi frekuensi atau hadiah dari token ekonomi secara sedikit demi sedikit sampai pada akhirnya pasien mau membersihkan diri sendiri tanpa harus disertai tanda (hadiah).


Daftar Pustaka
Nefit, J,S. Ratus, S,A. Greene, B. 2002, Psikologi Abnormal edisi kelima Jilid 2. Jakarta : Erlangga.
Sri Ningsih. 2011. Modifikasi Perilaku. Handout (tidak di terbitkan). Yogyakarta : Universitas Mercubuana Yogyakarta.

No comments:

Post a Comment